Satu langkah satu menit


Aku pergi ke rumah seseorang. Satu langkah, dua langkah, tiga langkah, lama melangkah akhirnya aku sampai juga. Aku mengetuk pintu rumahnya. Tok, tok, tok. Satu menit, dua menit, tiga menit, tidak ada yang membukakan pintu. Aku mengetuk pintu lagi. Tok, tok, tok. Satu menit, dua menit, tiga menit. Tidak ada yang membukakan pintu. Tiga kali aku mengetuk dalam satu menit dan  aku mengetuk pintu selama tiga menit. Berarti aku mengetuk sembilaan kali dalaam tiga menit. Aku membuka pintu itu sendiri, ternyata pintu itu tidak terkunci. Aku terkejut, di bawah, di kiri, di kanan ada mayat. Ada mayat di bawahku, satu, dua. Dua mayat di bawahku.di depanku. satu, dua, tiga. Tiga mayat di depanku. Di kiriku. Satu, dua. Dua mayat di kiriku. Di kananku. Satu, dua, tiga, empat. Empat mayat di kananku. Jadi, semua berjumlah sebelas mayat. Akhirnya penghuninya keluar. Aku bertanya, “buat apa ayam sebanyak ini?” nanti ada selamatan di rumah saya. Lalu pemilik rumah itu balik bertanya, “Ada apa kok kamu datang ke sini?”……….

Saya bingung harus menjawab apa. “saya ke sini cuma iseng aja kok.” Terima kasih, permisi.

Dengan kaitkata , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: