Jalan yang berbatu


Di pinggir jalan raya yang ramai dengan hilir mudik kendaraan yang mengelurkan racun untuk kita, Aku berjalan. Di depanku kurang lebih lima meter, ada sebuah batu yang besarnya segenggam tanganku. Jiwaku berkelahi, hatiku bertanya-tanya apakah aku harus menyingkirkan batu itu atau tidak. Langkahku lebih cepat daripada jiwaku, Sebelum aku mengambil keputusan aku sudah meninggalkan batu itu sehingga aku tidak sempat lagi memikirkannya apalagi menyingkirkan batu itu.

Kurang lebih dua belas langkah dari batu tersebut aku berpapasan dengan seorang anak kecil yang sedang bermain sepeda dengan kencangnya. Tidak lama berpapasan denganku aku mendengar suara mobil yang sedang dihentikan pengemudinya secara mendadak dengan menginjak rem sekeras-kerasnya dan secepat-cepatnya spontan aku tengok ke belakang, gadis kecil itu sudah berada dibawah mobil box dengan darah yang mengucur dari kepalanya yang pecah.Penyebabnya tidak lain adalah batu tersebut.Ban gadis kecil itu slip karena terkena batu dan dia terjatuh ke tengah jalan lalu disambut dengan mobil box. Dan aku masih di sini masih tercengang, termenung berdiri diam dengan kebingungan dan kesedihan. Sementara orang di sekitar gempar. Jika hal kecil tersebut aku perhatikan tidak ada kejadian sebesar ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: