dansadar


Sebuah babak baru telah dimulai, dan aku tertinggal, tertelan, dan tenggelam. Pengejaran yang sia-sia. Dan sampai saat ini, satu pertanyaan selalu muncul menggoda dan mengusik, mungkin lebih tepatnya memaksa, memaksaku untuk mencarikan jawaban. Mungkin jawaban adalah kekasihnya yang membuatnya menjadi gila dan merana. Dan rasa penasaran yang ada pada dirinya ia tinggalkan untukku, menyiksaku, menggangguku. Dan tidak sekali. Dan apakah pertanyaan itu? Saat ini masih menjadi rahasiaku.

Berbekal sebuah kompor yang tidak ada minyak-nya aku pun mencoba menyalakannya, ternyata tidak bisa. Dan memang seharusnya tidak bisa. Memang perut bisa mengalahkan otak di kepala. Bodoh!!! Tapi apa salahnya mencoba?… lalu aku mengalihkan pandangan ke sekitar ruangan dimana saat ini aku berdiri. Mataku pun meraba seluruh sudut ruangan seperti mercusuar tua yang sudah redup. Sekarang otakku pun menyalakan alarm tanda tak ada satupun benda yang dapat menolongku dari kelaparan ini. Akupun keluar dari dapur dan melewati sebuah pintu yang menyatukan dapur dengan hutan belakang rumah.

Aku tersadar, Mengapa aku tidak membeli makan saja. Mengapa aku harus susah-susah masak dan membiarkan kompor sialan itu mempermainkan aku dan lapar menyiksa perutku. Kemudian perutpun membalas -ku dengan menyiksa aku. Astaga!!! Aku kan tersesat dan ini di tengah hutan, bagaimana bisa membeli makanan?^$. Aku pun mulai layu dan menenang tanda tak ada tenaga yang tersisa. Aku tersesat akan tetapi bagaimana tadi aku bisa berada di dapur. Eh dimana tadi pintu dapurnya?? Mataku sudah mulai buram dan hanya terangnya matahari yang masih bisa kurasa. Di sekelilingku hanya ada hutan dan semak yang menyatu. Pada bagian atas daun-daun yang lebat menutupi langit dengan rimbunnya dan pada bagian bawah semak-semak menyelimuti tanah dengan rapatnya. Lalu bagaimana aku bisa terbaring di atas tanah yang tandus dan di bawah terik matahari. Untuk saat ini aku masih malas untuk tersadar dan akupun membiarkan kesadaranku hilang entah kemana. Kemanakah??? Saat ini masih menjadi rahasia, dan aku tidak tahu(ini bukan rahasiaku).

Dengan kaitkata , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: