Sandaran


Malam bersandar pada kegelapan dan apabila kegelapan itu hilang maka musnahlah malam. Malam hilang bersama semua keinginan dan harapannya karena kegelapan tak mau lagi menjadi sandaran. Mengapa kita harus bersandar jika sandaran itu hanya menjadi titik lemah bagi kita.

Kita lemah oleh karena itu kita memerlukan sebuah tempat untuk bersandar. Kita tidak perlu sombong untuk menerima semua ini karena kesombongan hanya akan membuat kita semakin lemah dan lebih menderita.

Kita diibaratkan seperti seorang pelari yang sudah berlari jauh, jauh sekali; Lama, lama sekali; hingga sampai suatu ketika kita merasa lemah,lemah sekali. Kita berada pada suatu titik akhir usaha kita. Lalu secara tidak sadar kita bersandar. Lalu secara tidak sadar kita bersandar. Lalu secara sadar kita bersandar. Kita rasa nyaman, kita rasa senang, tenang, bahagia , dan damai, dan mewah, dan bosan, dan jenuh. Lalu kita lupa bagaimana kita sebelumnya.

Sandaran meninggalkan kita atau kita yang meninggalkan sandaran? Sandaran tak lagi berdiri tegak sebagaimana semestinya. Lalu apa yang terjadi dengan segala rasa nyaman, rasa senang, tenang, bahagia , dan damai.

Kita merasakan semua, sandaran.

Manusia itu sombong. ia selalu merasa kuat dan tegar dalam menjalani semua cobaan dan masalah dalam hidup. Padahal ia juga sering berpikir betapa nyamannya saat bersama orang lain.

Manusia memang tegar dan kuat. Hebat dalam menyelesaikan semua masalah yang ia hadapi. Tetai pasti ia juga pernah berada dalam sebuah titik lemah, paling lemah dalam hidupnya. Ia rapuh oleh karena itu  ia mencari sandaran dan jika tidak, jatuhlah ia. Itulah sebabnya kita saling mengenal untuk saling bersandar dan menjadi sandaran.

2 thoughts on “Sandaran

  1. anita mey mengatakan:

    karena itu qt saling mengenal…untuk jd sandaran satu dg lainnya!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: