Masih Ada Kebahagiaan Meskipun Di Dalam Tempat Sampah


Sebuah tulisan pengoyak mental karya: ekoes lulusan TK Darma Wanita

Tidak semua orang miskin itu harus susah, dan bukan berarti bahwa miskin itu tidak bahagia. Kebahagiaan tetap bisa ditemukan walaupun kita dalam penjara. Kebahagiaan tetap bisa kita temukan meskipun kita berada di dalam laut yang paling dalam dan gelap. Kebahagiaan masih bisa ditemukan meskipun kita berada di padang pasir yang paling gersang dan tandus. Kebahagiaan masih bisa ditemukan di puncak gunung, kebahagiaan masih bisa ditemukan di kutub yang dingin. Dan kebahagiaan tetap bisa ditemukan walaupun di tempat sampah sekalipun. Tapi aku tidak yakin apakah kebahagiaan masih bisa ditemukan di neraka. Dan aku masih bisa bahagia meskipun aku tinggal di atas gunung sampah, yang dingin seperti kutub dan gelap seperti dasar laut. Gunung sampah yang panas seperti padang pasir, yang super bau seperti gunung sampah, hmmm… oiya ini kan memang gunung sampah. Aku tinggal di sini, di gunung sampah yang tikus pun tak akan sudi untuk singgah sejenak. Di sini di tempat pembuangan akhir, sampah merupakan sumber kebahagiaan untukku.

Meskipun aku tidak dapat menikmati indahnya bangku sekolah seperti anak-anak seusiaku, aku tetap bisa bahagia. Aku masih tetap bahagia Karena sampah. Sampah membuatku memiliki harapan, harapan untuk bisa makan walaupun hanya dengan makan lima kali sehari tetapi itu sudah cukup buatku.Botol air minum mineral, plastik bekas bungkus makanan, pecahan kaca, semua itu memberiku harapan untuk dapat melanjutkan hidup setidaknya beberapa hari ke depan. Tuhan memberikan rejeki yang berbeda-beda untuk setiap mahkluknya tetapi tuhan tidak pernah menghalangi makhluknya untuk bisa berbahagia. Dan betapa marahnya aku saat melihat anak-anak yang sedang enak-enak bolos sekolah, padahal aku ingin, ingin sekali untuk bersekolah. Setiap hari aku mengintip lewat jendela kegiatan belajar mengajar dengan menaiki kayu yang berada di bawahnya. Berharap akan ada  seseorang yang baik yang mau menyekolahkan aku. Aku juga berharap akan ada seorang guru yang baik yang mau memberiku beasiswa atau setidaknya kesempatan untuk dapat ikut belajar di dalam kelas ini. Akan tetapi semuanya itu hanya inginku saja, hanya anganku saja, hanya mimpiku saja. Sudah sejuta detik setiap hari aku kesini tapi hasinya apa… nol besar!!!

Ada seorang guru yang menawariku untuk bersekolah lagi tapi aku masih akan mempertimbang- kannya lagi. Bagaimana kalau dilihat dari segi bisnis, kapan aku bisa sampai titik BEP (break even point), kapan modal-modal yang sudah aku keluarkan dapat kembali padaku dan apakah keuntungan yang dijanjikan sudah melampaui MARR yang aku inginkan. Aku jadi ragu sekarang. Mereka anak-anak yang bersekolah aja banyak yang ingin bolos masa’ aku yang sudah bolos bertahun-tahun harus masuk sekolah lagi… kebingungan terus menyelimutiku dan akhirnya kuputuskan untuk masuk sekolah, ya setidaknya aku punya keyakinan “apa salahnya mencoba?” asalkan tidak berbuat kejahatan seperti membantu ibu di dapur orang lain untuk mencuri. No…no…no… itu adalah perbuatan yang tidak baik. Wrong,,, very really freely wrong :)).

Dengan kaitkata , , , , ,

4 thoughts on “Masih Ada Kebahagiaan Meskipun Di Dalam Tempat Sampah

  1. Billy Montolalu mengatakan:

    Sangar !!!!!!!!!!!!! lanjut gan

  2. faisal mengatakan:

    nice posting!!!!!!! sebuah karya yang luar biasa.

    lanjutkan kawan..

    q tunggu artikel selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: