keakuanku


Kebingungan menemani dan menyelimuti diri pribadi, sesosok orok berborok aku lihat orang merokok. Dalam konteks diri pribadi, bisa saja aku menganggap bawa semuanya belum ada. Karena aku tidak tahu semuanya sudah ada atau tidak ada, kemudian aku membuka mata, kemudian di sekitarku ada. Dan aku masih berpikir bahwa di belakangku tidak ada, kemudian aku menoleh kebelakang. Oh ternyata belakang ada, bisa saja belakang tercipta dan dicipta saat aku akan menolehnya. Kemudian aku berpikir lagi, sekarang belakang ada tapi aku tidak tahu apakah depan masih ada atau sudah menghilang. Dengan cepat aku balikan muka eh bukan wajah. Ternyata depan ada. Bisa saja waktu aku menoleh kebelakang depan menjadi tidak ada, dan kemudian saat aku kembali menoleh ke depan, depan kembali tercipta, depan kembali dicipta. Siapa tahu, aku orang yang serba tidak tahu.

Kemudian sekarang kita melangkah ke daerah yang lebih luas lagi. Tadi masalah di sekitar. Terus bagaimana jika sekarang pemikiran itu melibatkan hubungan antar ruang, ruang yang kutempati dan ruang lain yang tidak aku ketahui. Untuk mengetahui keberadaan ruang lain, akupun menggunakan kaki, dia melangkah, aku ikut pindah. Seperti yang terdahulu, aku melihat ruang lain tersebut, eh ternyata ada. Bisa saja ruang itu tercipta dan dicipta saat aku menuju padanya. Terus aku berpikir bagaimana dengan ruang yang tadi aku tempati, bisa saja ada dan bisa saja sudah tidak ada. Aku tidak mengetahuinya semua serba ada dan meniadakan. Ada ruangku tetapi aku tidak tahu apakah ada ruang lain atau tidak. Kemudian aku melangkah ternyata ada ruang lain. Bagaimana dengan ruangku sekarang. Bisa ada/bisa tidak ada. Kemudian aku balik ke ruangku aku ingin meyakinkan apakah ruanganku ada atau tidak ada.eh ternyata ruanganku ada. Tapi bisa saja, waktu aku keruangan lain ruanganku tidak ada dan saat aku kembali ruanganku tercipta dan dicipta kemudian menjadi ada. Sekarang aku tidak tahu ruangan lain ada/tidak ada.

Kemudian sekarang kita melangkah keruang yang lebih lebih luas lagi. Tadi masalah ruang. Terus bagaimana jika sekarang pemikiran itu melibatkan hubungan antar rumah, rumah yang kutempati dan rumah lain yang tidak aku ketahui. Semua berputar seperi sebelumnya, ada dan tidak ada, ada atau tidak ada.begitu juga jepang, amerika, jepara, kutub utara, skandinavia, bulgaria, filipina, dan maladewa. Semua kata, kata yang terketik sebelumnya adalah kata yang pernah aku baca, rasa, dengar, bicara, pokoknya tahulah. Itu semua ada dalam mana. Aku pun tidak dapat memastikan apakah benar-benar ada. Karena aku belum ke sana, mereka ada hanya dalam kata. ingatlah jika aku tidak mengetahuinya apakah semuanya bisa menjadi ada. Aku mengetahuinya pun belum tentu ada karena aku belum kesana, dan bagaimana dengan kata yang aku tidak ketahui keberadaanya.

Semua datang silih berganti dalam pandangan-ku, dalam perasaanku, dalam pendengaranku. Dalam diriku. Semua adakah? Apakah ada? Semua adalah cobaanya yang mencoba diriku, memberiku cobaan. Mengujiku. Apakah aku hamba yang diinginkanNYA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: